Always Equip Your DayIt's better to lose something for God than to lose God For Something

Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan
Ragam - Bayangkan kamu sedang di atas sebuah pesawat yang sedang mengudara. Kecepatan rata-rata sebuah pesawat penumpang jarak jauh saat ini adalah 475 – 500 knots, atau sekitar 878 – 926 km/h.

Saat pesawat tersebut berada pada kecepatan tetap dan stabil, apakah kamu merasakan bahwa kamu sedang bergerak dengan kecepatan begitu tinggi? Jawabannya adalah tidak. Kamu bisa tetap duduk tenang, bahkan tertidur di kursimu.

Lebih jauh lagi, ketika seorang pramugari datang dan memberikan segelas minuman, apakah air di gelas tersebut berguncang? Jawabannya adalah tidak. Mengapa? Karena pesawat sedang bergerak pada kecepatan yang tetap, alias konstan. Dan kamu, pramugari, gelas, air, kursi dan seisi pesawat bergerak bersama dalam kecepatan yang sama.

Berbeda halnya jika pesawat tersebut menambah atau mengurangi kecepatan. Barulah kamu akan merasakan pergerakan. Mungkin kamu akan sedikit terhentak atau terdorong ke belakang.

Hukum ini juga berlaku pada planet bumi. Seperti yang kita tahu, planet bumi berputar pada porosnya seperti mainan gangsing, dengan kecepatan 1600 km/h! Mengapa kita tidak merasakan pergerakannya? Jelas, karena kecepatan tersebut tetap. Dan sudah berlangsung selama jutaan tahun.

Dan manusia, rumah, gunung-gunung, lautan, dan segala sesuatu di muka bumi bergerak bersama dengan kecepatan yang konstan pula. Sama halnya dengan penumpang di dalam pesawat. Bukan kecepatan yang harusnya kita khawatirkan, melainkan apabila terjadi perubahan kecepatan putaran bumi.

Bayangkan, apabila kecepatan perputaran bumi berkurang atau bertambah sedikit saja, sudah pasti banyak bencana yang terjadi di bumi.

Oke, ayo kita simpulkan. Jadi kita tidak bisa merasakan rotasi bumi karena bumi selalu bergerak dengan kecepatan konstan, dan membawa semua benda di muka bumi sebagai penumpangnya. Bergerak bersama, dengan kecepatan yang sama pula.

Handphone telah menjadi barang wajib yang harus dibawa kemana pun saat ini. Meski memasuki era smartphone, namun fungsi handphone sebagai media SMS dan telepon tetap tersediakan. Namun, tahukah kamu mana yang benar, menggunakan 0 atau +62 pada nomer telepon?

Hanphone yang ditemukan oleh Martin Cooper pada awalnya hanya berfungsi sebagai media komunikasi telepon saja. Mengikuti perkembangan zaman, mulai dikembangkan fitur SMS hingga akses internet.

Ini bedanya 0 dan +62 Pada Nomer Telepon
Saat menggunakan handphone, kamu pasti selalu berhadapan dengan deretan angka di dial pad. Dial pad tersebut berfungsi untuk memasukan nomer telepon. Nomer telepon merupakan susunan angka-angka yang memiliki nada-nada dan frekuensi tertentu.

Benarkah +62 Adalah 0?
Saat ada yang menelpon kamu, jika nomernya tidak tersimpan pasti akan ditampilkan angka +62xxx-xxx-xxx. Tapi jika tersimpan kontak dan namanya, mungkin akan ada tampilan 0 atau +62 di awalnya, sesuai dengan saat kamu menyimpannya. Jaka mau tanya, jika kamu menyimpan kontak baru di handphone kamu, menggunakan 0 atau +62 sebagai awalan?

Pada dasarnya 0 atau +62 sama saja. Tapi keduanya memiliki fungsi berbeda dalam penggunaannya. Dimana +62 seperti yang sudah kamu ketahui adalah kode internasional untuk negara Indonesia. Sementara penggunaan 0 itu sebenarnya merupakan faktor kebiasaan, karena dirasa mengucapkan 0 lebih mudah ketimbang mengucapkan +62.

+62 Menghubungkan Kamu Lebih Luas
Misal kamu kenalan dengan bule yang lagi liburan di Indonesia, jika kamu memberikan nomer telepon 08xx-xxx-xxx ke bule tersebut, maka dia cuma bisa menghubungi kamu selama dia ada di Indonesia saja. Tapi saat dia kembali ke negara asalnya, maka nomer 08xx-xxx-xxx yang kamu berikan tersebut tidak dapat dia hubungi lagi.

Meski telah beralih ke era smartphone yang serba internet, namun kamu harus tetap selektif dalam menyimpan nomer telepon. Saat menggunakan awalan 0, maka komunikasi baik telepon atau SMS bisa dilakukan hanya jika sama-sama berada di Indonesia. Beda halnya dengan awalan kode +62, meskipun kamu berada di luar negeri, kamu tetap masih bisa menghubungi nomer tersebut.

Kesimpulan
Jadi, jika kamu menggunakan awalan 0 pada saat menyimpan nomer telepon, maka kamu hanya dapat menghubungi nomer tersebut selama di dalam negeri saja, sementara saat kamu di luar negeri tidak akan tersambung. Namun saat kamu menggunakan +62, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri akan tetap tersambung.

Sekarang, ayo biasakan menyimpan nomer telepon menggunakan kode internasional ya!
Kesibukan seringkali membuat tidur kita terganggu, atau tidak nyenyak. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang sering bekerja hingga larut malam, tetapi juga ibu rumah tangga yang harus merawat putra-putrinya. Namun kita sering mendengar mitos, sesuatu yang belum bisa dibuktikan kebenarannya, mengenai tidur yang membuat kita memutuskan sesuatu. Misalnya, tidak apa-apa jika beberapa hari ini tidur kita kurang, toh hari Sabtu dan Minggu kita bisa tidur lebih banyak. Sering melakukannya? Agar tidak terjerumus dengan berbagai mitos seputar tidur ini, mari kita lihat apa yang sering kita dengar seputar tidur.

Benarkah orang tua tidur lebih sedikit dari anak-anak? Benarkah tidur siang berarti malas? Masalah tidur tak bisa dianggap remeh karena berdampak pada kualitas hidup seseorang. Berikut mitos dan fakta seputar tidur.

Mitos : Kualitas tidur menentukan umur seseorang
Fakta : Tidur merupakan sepertiga bagian dari kehidupan manusia. Yang terjadi saat tidur akan berdampak ketika seseorang bangun. Demikian pula sebaliknya, apa yang terjadi saat kita terjaga dapat berpengaruh saat tidur.
Tidur mempengaruhi kualitas hidup seseorang, menentukan umur seseorang, dan berdampak pada kehidupan manusia. Contohnya, banyak kecelakaan lalu lintas disebabkan pengemudi yang mengantuk.
Tidur yang baik adalah tidur yang berkualitas baik. Kualitas tidur baik dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu :
a. Lelap atau tidaknya tidur.
b. Frequent arrousal (sering terbangun di malam hari). Dalam hal ini bisa menyebabkan tubuh tidak segar.
c. Kadar oksigen dalam tubuh saat tidur. Saat tidur, terjadi pemulihan energi dan daya tahan tubuh, sel-sel kekebalan tubuh dibentuk, terjadi pembentukan sebagian hormon, seperti hormon pertumbuhan dan insulin.

Mitos : Kebutuhan tidur berkurang sejalan dengan bertambahnya usia
Fakta : Ketika masih kecil, pasti ada di antara kita yang pernah melihat kakek atau nenek yang sudah bangun sebelum subuh kemudian membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan yang lezat. Kesannya seolah-olah orang tua tidak membutuhkan tidur sebanyak orang dewasa lainnya
Manusia butuh tidur 6-8 jam sehari. Sebenarnya, orang tua membutuhkan tidur sama banyaknya dengan orang dewasa lainnya. Pola tidur mereka sering terganggu karena mereka sering terbangun di malam hari. Kendati demikian, jumlah tidur yang mereka butuhkan tidak berkurang dengan bertambahnya usia. Jika para orang tua bangun lebih pagi dari orang muda, itu karena mereka tidur relatif lebih cepat.

Mitos : Minuman beralkohol membantu agar dapat tidur lebih baik
Fakta : Alkohol bukan cara tepat dan sehat untuk membantu agar tidur lebih baik. Orang yang sering mengonsumsi alkohol kualitas tidurnya rendah dan sering terbangun di malam hari (frequent arrousal). Terlalu sering terbangun di malam hari akan mengakibatkan badan tidak segar saat bangun tidur.

Mitos : Mendengkur tidaklah berbahaya
Fakta : Mendengkur memang mengganggu, apalagi untuk pasangan yang sudah menikah. Ciri khasnya, orang yang mendengkur tangan dan kakinya biasanya bergerak-gerak saat tidur.
Dalam beberapa kasus mendengkur memang tidak membahayakan tetapi pada kasus-kasus tertentu merupakan tanda gangguan Obstructive Sleep Apnea, yaitu gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya napas pada saat tidur yang disebabkan oleh menyempitnya jalan napas secara berkala saat tidur.
Pada sleep apnea , kandungan oksigen berkurang sehingga mengganggu otak dan mengakibatkan terganggunya memori yaitu cepat lupa. Pusat emosi di otak mengakibatkan lebih emosional, depresi, sedih. Tekanan darah naik, jantung membesar, dan lebih mudah terkena jantung koroner. Penderita sleep apnea juga cenderung mengalami impotensi (42 persen masalah disfungsi pada pria disebabkan gangguan tidur).

Mitos : Ada sesuatu yang tidak beres jika tidak ingat akan mimpi Anda
Fakta : Hal ini kurang tepat. Semua orang pasti pernah bermimpi, ada orang yang ingat akan mimpinya dan ada yang tidak ingat. Mimpi dapat terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu dimana kondisi mata bergerak-gerak cepat. Pada fase ini, seseorang mungkin ingat mimpinya.
Sementara itu, pada fase tidur Non REM (kondisi mata tenang), seseorang tidak ingat atau tidak bisa cerita mimpinya. Ada orang yang sering bermimpi dan juga yang tidak. Orang yang berpenyakit jiwa, semisal sadistik, sering tidak mengalami mimpi.
Mitos : Saya akan baik-baik saja jika hanya tidur selama 4 atau 5 jam
Fakta : Memang betul ada orang-orang yang jumlah jam tidurnya hanya sedikit, yaitu hanya 4 atau 5 jam tidur di malam hari. Hal ini terkait dengan profesi orang tersebut.
Sebagian besar orang membutuhkan tidur selama 6-8 jam. Sehingga kecil kemungkinannya jika seseorang tidur dalam waktu yang relatif singkat tanpa mengalami gangguan kesehatan.
Tak jarang, pada hari libur kita bangun lebih siang dari biasanya. Jam biologis manusia dimulai saat bangun tidur. Jika jam biologis terganggu atau bergeser, akan mengganggu jam tidur berikutnya. Jam tidur manusia hanya boleh bergeser plus/minus 1 jam.
Misalnya, Anda setiap hari bangun jam 5. Jika ingin bangun lebih siang, tidak boleh lebih dari jam 6. Jika malamnya Anda begadang, sebaiknya tak bangun terlambat atau lebih dari jam 6.
Demikian juga sebaliknya. Jika terbiasa bangun jam 5 dan pada suatu ketika ingin bangun lebih awal, paling tidak Anda bangun jam 4. Tidak kurang dari jam 4. Kompensasinya, untuk mengganti waktu tidur yang kurang, Anda bisa tidur lebih awal atau tidur siang sebentar (tak lebih dari 30 menit).
Lama jam tidur sebenarnya relatif. Ahli di Jepang pernah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa orang yang tidur 6-8 jam sehari, umurnya lebih panjang. Pada kenyataannya, tak sedikit orang dengan jam tidur sedikit atau tidur lebih lama, tetap sehat.

Mitos : Pengidap insomnia hampir tidak pernah tidur
Fakta : Pengidap insomnia sering mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak tidur di malam hari. Walaupun begitu, “sama sekali tidak tidur” merupakan hal yang tidak mungkin. Bahkan dalam kasus yang parah, seorang pengidap insomnia dapat tidur di malam hari sekalipun untuk beberapa jam saja.
Ada dua jenis insomnia, pertama, primary. Dalam hal ini seseorang memang tidak bisa atau susah tidur. Kedua, insomnia yang ada penyebabnya, yaitu karena kencing melulu di malam hari, kaki kejang-kejang terus pada setengah bagian ke atas, atau sering kram di malam hari.
Ada juga kasus dimana kita kadang tak menyadari berapa lama kita tidur. Ada orang yang mengira ia tertidur hanya beberapa menit tapi ternyata terbangun beberapa jam kemudian.
Hal ini terjadi karena kita tidak menyadari jalannya waktu ketika kita tertidur. Ada beberapa orang yang yakin bahwa mereka sama sekali tidak tidur tiap malamnya. Lalu mereka dibawa ke laboratoriun tidur dan terbukti bahwa meski mereka berkata tidak tertidur semalaman, sebenarnya mereka tertidur selama 7 jam.

Mitos : Tertidur di siang hari berarti malasFakta : Tertidur di siang hari bukan berarti malas melainkan merupakan tanda kebutuhan fisiologis. Ada tiga sebab orang tertidur di siang hari. Pertama, depresi. Contohnya, Anda mendengarkan ceramah yang membosankan sehingga mengantuk dan tertidur. Kedua, tidak nyenyak tidur di malam hari. Ketiga, mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea.

Mitos : Tidur siang merupakan kebiasaan buruk
Fakta :
Tidur siang mungkin diperlukan untuk beberapa orang karena ini menyangkut kebiasaan. Tidur siang boleh-boleh saja, agar tubuh lebih rileks dianjurkan kira-kira 30 menit. Tidak lebih. Karena terlalu lama tidur siang akan mengganggu jam tidur di malam hari.
Bagi orang yang susah tidur di malam hari, tidak dianjurkan tidur siang. Bagi yang berusia 50 tahun ke atas, tidur siang akan lebih terasa manfaatnya. Karena orang pada usia ini tidak bisa kerja terlalu lama, dalam arti harus ada jeda.

Mitos : Gangguan tidur tidak perlu diperiksakan ke dokter
Fakta :
Tidak benar. Orang yang mengalami gangguan tidur perlu diperiksa di laboratorium tidur (sleep laboratory). Caranya, penderita akan direkam saat tidur dengan alat polisomnografi yang memonitor gelombang otak, napas pergerakan bola mata, denyut jantung, kadar oksigen darah, pergerakan tungkai, dada, dan perut. Kemudian dapat disimpulkan bagaimana kedalaman tidur orang tersebut.
Pemeriksaan tidur dianjurkan bagi penderita gangguan tidur seperti mendengkur, restless leg syndrome (kaki tak bisa berhenti bergerak), sleep apnea, epilepsi dengan bangkitan kejang saat tidur, dan anak gemuk, hiperaktif, serta malas belajar.

Mitos : Bagaimana saya tidur tidak mempengaruhi kesehatan saya
Fakta :
Semakin banyak fakta yang memperlihatkan bahwa kesehatan secara menyeluruh sangat terkait dengan kualitas dan kuantitas tidur. Gangguan tidur yang spesifik seperti sleep apnea dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Tidur juga mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental. Sulit tidur berhubungan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan mempengaruhi rentang kehidupan anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur yang cukup.

Mitos: Disarankan untuk membayar tidur saat Anda bisa, seperti tidur sampai siang pada akhir minggu.
Fakta:
Bangun siang saat akhir minggu memang terdengar  menyenangkan, namun lebih penting jika Anda mengatur jadwal tidur yang teratur setiap hari. Waktu tidur dan bangun yang teratur akan membantu Anda tertidur pada waktunya setiap malam.

Mitos: Berolahraga pada sore hari akan membuat Anda lelah sehingga dapat tidur lebih cepat.
Fakta:
Berolahraga secara teratur memang membuat kita lebih mudah tidur. Namun pastikan Anda selesai berolahraga sedikitnya tiga jam sebelum tidur. Tubuh yang lebih dingin membuat kita lebih mudah tertidur, karena latihan meningkatkan suhu tubuh. Butuh sekitar enam jam untuk mengembalikan tubuh kita pada suhu normal.

Mitos: Tidur diperlukan agar otak dapat beristirahat.
Fakta:
Tidur memang sangat diperlukan, namun bukan otak yang butuh beristirahat, melainkan tubuh. Otak kita masih bekerja saat kita tidur, dan mengontrol fungsi-fungsi tubuh. Contohnya, bernafas.

Mitos: Jika Anda terbangun tengah malam, sebaiknya tetap berbaring dan mencoba tidur kembali. Bangun hanya membuat Anda terjaga lebih lama.
Fakta:
Jika Anda tidak dapat tertidur kembali dalam 15-20 menit, bangunlah. Pergilah ke ruangan lain, dan lakukan sesuatu yang rileks, seperti mendengarkan musik atau membaca. Bila Anda hanya berbaring dan berusaha keras tidur kembali, Anda hanya akan merasa gelisah, dan sulit tidur kembali.

Mitos: Sebelum benar-benar tidur, sebaiknya kita beraktivitas dulu di dalam kamar. Hal ini akan membuat Anda siap tertidur.
Fakta:
Makin banyak aktivitas yang Anda lakukan di kamar tidur -entah nonton TV, main internet- makin sulit Anda tertidur di sana . Sebaiknya gunakan kamar tidur hanya untuk tidur dan melakukan hubungan seksual.

Mitos: Berhubungan seks pada malam hari hanya akan membuat Anda segar dan terjaga terus.
Fakta:
Sebenarnya, hubungan seks melepaskan hormon endorfin yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda. Melepaskan stres tentu membuat Anda lebih mudah tertidur.

Mitos: Meringkuk di bawah selimut tebal akan membuat Anda lebih cepat tertidur.
Fakta:
Tubuh lebih mudah masuk ke dalam sleep mode jika suhu ruangan lebih dingin. Jadi jika Anda harus menggunakan penghangat atau sesuatu yang membuat nyaman, bukalah jendela sedikit untuk membiarkan udara segar masuk. Anda tentu tidak ingin kedinginan, tapi juga tidak ingin kepanasan bukan?

Sumber: http://klinikpengobatanalami.wordpress.com
Hai sobat-sobat semua, saat kecil kita sering mendengat pertanyaan "Cita-citamu apa?" atau "Kalau sudah besar mau jadi apa?" kali ini kita akan sama-sama mengingat kembali kisah kecil kita melalui sebuah cerita tentang seorang anak kecil dan cita-citanya.

Disebuah Taman Kanak-kanak ada seorang anak yang memiliki cita-cita menjadi presiden, sebut saja namanya Budi (Seperti nama yang sering digunakan pada kalimat pada saat latihan membaca, "Ini Ibu Budi") Alasannya sangat sederhana, Budi sering sekali melihat foto atau gambar Presiden RI terpampang di depan kelas dan dia pun yakin seluruh sekolah di Indonesia pasti memasang foto sang presiden. Seketika Budi membayangkan seandainya fotonya yang dipajang didepan kelas, wow... pasti sangat mengagumkan.

Ketika ditanya oleh gurunya tentang cita-citanya, dengan percaya diri ia menjawab "ingin jadi Presiden". Mendengar jawaban Budi, Ibu guru selalu mengingatkan, "Kalau ingin jadi presiden harus rajin belajar agar pintar, ya!" Dengan sangat tegas dan semangat Budi menjawab, "Iyaaaaaa... Bu".

Guru si Budi cerdas, ketika menemukan siswa yang sedang malas belajar, dia akan menggunakan cita-cita si anak itu sebagai senjata. "Ayo tulisannya diteruskan, katanya mau jadi presiden, malu dong kalau presiden tidak bisa menulis". Mendengar perkataan tersebut, budi pun kembali bersemangat belajar menulis. 

Setelah setahun di TK, akhirnya Budi melanjutkan ke tingkat SD. Tidak banyak kesulitan yang Budi hadapi karena ketekunan dan semangatnya saat belajar di TK. Ketika Budi sedang bermain dilapangan bersama teman-temannya, ada pesawat terbang yang melintas diatas lapangan tempat mereka bermain. "Kapal..., minta duitttttt", teriak teman-temannya ketika pesawat itu melintas. (Apakah kamu pernah melakukannya juga? hehehehe).

Budi pun bingung, banyak pertanyaan yang ada dipikirannya. Dalam hati ia bertanya,"Bagaimana bisa benda sebesar itu dapat terbang seperti burung?" Dengan sangat penasaran, Budi pun bertanya kepada orangtua dan bibinya mengenai pesawat terbang. Dari hasil pengamatannya, ada satu hal yang sangat menarik perhatiannya sehingga muncullah sebuah pertanyaan.
"Bibi, kalau pesawat terbang supirnya siapa?
Bibi pun menjawab dan tersenyum.
"Itu bukan supir, Nak tapi pilot. Yang mengendalikan pesawat terbang itu PILOT."
Dalam hati Budi berbicara, "Wah..., kayaknya jadi pilot seru. Kerjanya terbang terus...! Aku mau ah... jadi pilot".

Wajah penasaran ternyata masih menghinggapi Budi. Ia kembali bertanya kepada bibinya.
"Bi, kalau Budi mau jadi pilot, bagaimana caranya?"
Dengan tersenyum si Bibi menjawab.
"Kalau mau jadi pilot, badan kamu harus tinggi. Nah.... agar tinggi makannya harus banyak." (Nasihat yang disispkan karena Budi termasuk anak yang sulit untuk di suruh makan).
"Terus... kalau mau jadi pilot belajarnya harus rajin agar pintar." tambah bibi.

Setelah mendengarkan penjelasan sang Bibi, Budi melanjutkan permainannya. Sambil bermain, Budi merenung lalu ia tanamkan ucapan bibinya dalam hati, "AKU HARUS BELAJAR AGAR PINTAAARR!!!!"

Lalu, berubahlah cita-citanya dari PRESIDEN menjadi PILOT.
Selama di sekolah, Budi termasuk anak yang pintar. Ia selalu mendapat peringkat 5 besar. Namun, kejadian unik kembali muncul ketika budi berada di kelas 3 SD. Saat itu Budi sedang menemani kakeknya menonton siaran langsung sepak bola di televisi. Si kakek serius mengamati jalannya pertandingan sepak bola.

Banyak  pertanyaan yang diutarakan Budi kepada sang Kakek mengenai sepak bola. hingga akhirnya terjadilah sebuah gol. Para pemain melakukannya selebrasi dan mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton. Budi tampak heran dan langsung bertanya kepada sang kakek.
"Aki kenapa dia dapat tepuk tangan dari penonton?"
Kakek pun menjawab.
"Itu namanya gol, nak. Kalau bolanya masuk ke gawang itu dinamakan gol, tim yang paling banyak mencetak banyak gol dia yang menang".

Sejak itu, Budi semakin rajin menonton dan mencari informasi seputar dunia sepak bola. Akhirnya Budi paham dan mulai mengidolakan pemain yang identik dengan seragam hitam dan putih mirip zebra yaitu Alesandro Del Piero. Alasan Budi menyukai Del Piero sederhana karena striker itu sering mencetak gol.

Secara perlahan tapi pasti, Budi mengubah lagi cita-citanya menjadi seorang PEMAIN SEPAK BOLA. Cita-cita lamanya menjadi PILOT telah ia lupakan.

Menurut Budi pemain bola itu keren, posternya ada dimana-mana, sering masuk majalah, sering berkunjung ke berbagai negara untuk bertanding, dan pastinya sering menggunakan pesawat terbang sebagai sarana transportasinya.

Sejak itulah Budi sering melupkan pelajarannya karena waktunya banyak untuk bermain sepak bola. waktu berjalan hingga akhirnya Budi terkena penyakait cacar. Penyakit yang memaksanya untuk lebih banyak beristirahat, tidak boleh bermain, apalagi bermain sepak bola. Budi SANGAT SEBAL dengan penyakitnya itu.

Ketika sakit, orangtuanya membawa Budi ke dokter. Entah apa yang ada dipikiran Budi, tetapi ia merasa kalau dokter tersebut sangat membantunya hingga dia bisa sembuh dari cacar. budi kembali berkhayal, sepertinya menjadi dokter sangat menyenangkan. Bagaimana tidak menyenangkan. Bagaimana tidak menyenangkan? Dokter dapat menolong banyak orang, bahkan menolong pemain bola yang cedera.

Dengan cepat Budi mengubah lagi cita-citanya menjadi seorang DOKTER agar dapat mengobati PEMAIN SEPAK BOLA.

Setelah memikirkan cita-cita barunya. Budi menyadari kalau seorang dokter harus pintar. Budi berbisik dalam hati, "Akan sangat bebahaya kalau dokter sampai salah memberikan obat. Kalau pasiennya meninggal bagaimana?"

Perubahan cita-cita ini membuat Budi semakin rajin belajar, tetapi dia tetap melakukan aktivitasnya "bermain bola". Hingga saat ujian akhir kelas 6 SD (saat itu namanya masih EBTANAS "Evaluasi Belajar Tahap Akhir NASional"). Budi membuktikan bahwa dirinya adalah anak yang pandai. Total nilainya 45 dari 5 mata pelajaran berarti rata-rata nilai yang ia dapat adalah sembilan."

Perubahan cita-cita yang dialami Budi berlangsung hingga SMP. Sempat muncul keinginan menjadi anak band, meski ahirnya dia lepas lagi. Ketika SMA dia mulai bingung. Dengan pemikirannya yang lebih dewasa dan rasional, dia mulai mencoret satu persatu cita-citanya. Yang pertama. menjadi presiden dia hilangkan karena Budi punya pandangan lain soal politik intinya, ngurus diri sendiri saja udah ribet apalagi ngurus negara yang jumlahnya lebih dari 200 jiwa.

Kemudian cita-cita menjadi pilot, mungkin dulu terlihat keren tapi sekarang ia lihat lagi resikonya, "kalau pesawatnya jatuh taruhannya nyawa", pikirnya ketika ia melihat insiden kecelakaan pesawat terbang di televisi.

Cita-cita ketiga menjadi pemain sepak bola ia hilangkan. Alasannya sederhana,"Saya kan nggak jago-jago banget main bola, lagian kalau main bola banyak berantemnnya." lha ini mau main bola apa tinju???? :D.

Kalau jadi dokter kayaknya nggak mungkin. soalnya jurusan saya kan IPS bukan IPA, jadi nggak lah kalau harus dokter.

Nah, giliran pilihan jadi musisi, ini yang membuat dia bingun, diterusin apa nggak ya? akhirnya, Budi memutuskan menjadikan musik sebatas Hobi.
"Jadi cita-citaku sebenarnya apa?" Budi mulai berpikir.
Ada sedikit gambaran yang terlintas di benak Budi "Kakek dulu kerja di BUMN, ayah juga sama, Paman juga sama di BUMN. Ah, kalau begitu saya jadi karyawan BUMN saja deh atau kalau nggak ya kerja kantoran saja, terserah kerja dimana".

Nah sobat, cerita tadi adalah sebuah perjalanan mengenai cita-cita yang selalu berubah. Pada umumnya, ketika masih kecil kita mempunyai cita-cita yang sangat tinggi. Seiring berjalannya waktu, cita-cita itu semakin luntur. Ternyata ada yang jauh lebih parah, cita-citanya nggak cuma luntur tetapi di hapus. Ada yang punya cerita yang mirip atau bahkan lebih parah????

Nah sobat, apakah cita-cita kita berubah-ubah atau bukan hanya berubah, tetapi tidak ada keterkaitan dari masing-masing cita-cita tersebut?? adakah di antara kalian yang memiliki cita-cita yang konsisten dari dulu hingga sekarang? Mari kita berikan selamat kepada kalian yang tetap memegang teguh cita-citanya dan tidak berubah-ubah. apakah kamu salahsatunya?

Kenapa kita perlu memberikan selamat kepada kalian yang konsisten??? yapzzzz... karena tanpa kalian sadari, separuh cerita dari Dez ini telah kalian pahami. Kalian sudah mengetahui dan yakin dengan apa yang dicapai.. Semangat :D
Mimpi adalah salah satu pengalaman yang misterius sekaligus misterius bagi setiap orang. Tahukah Anda bahwa seseorang bisa punya empat sampai tujuh kali mimpi dalam semalam? Berikut ini saya membagikan berbagai fakta tentang mimpi lainnya yang harus anda ketahui.
Ada banyak penelitian mengenai mimpi yang dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik. berikut adalah beberapa fakta mengenai mimpi yang dilansir dan diinterpretasikan dari beberapa referensi yang 'bleupp' temukan. Fakta - fakta ini dikumpulkan dari berbagai hasil penelitian para ahli. Beberapa dari anda mungkin akan memeiliki ketidak setujuan pada pandangan di dalam fakta - fakta tersebut. namun demikian, masihlah pantas untuk menyimak hingga selesai.

Anda dapat mengingat mimpi jika terbangun pada saat mimpi masih berlangsung. Hal yang menentukan seseorang untuk bisa mengingat suatu mimpi adalah jika dia terbangun pada saat mimpi itu masih terjadi (Mark Mahowald, Sekolah Kedokteran Minnesota). Jika anda tidak terbangun ditengah - tengah mimpi, kemungkinan untuk bisa mengingat isi mimpi tersebut sangat kecil. Dalm kondisi tidur, memori mimpi terhapus dengan sendirinya.

Anda lupa 90% mimpi. Saat Anda terbangun selama lima menit, Anda akan lupa setengah dari mimpi. Sementara dalam 10 menit, Anda sudah melupakan 90% mimpi itu.

Orang buta juga bermimpi. Orang yang buta setelah dilahirkan tetap bisa melihat dalam mimpinya. Namun orang yang terlahir buta tidak melihat gambar apapun. Mimpi mereka dibentuk dari suara, bau, sentuhan, dan emosi.

Setiap orang pasti bermimpi. Jika Anda berpikir Anda tidak bermimpi, itu artinya Anda lupa mimpi yang dialami. Sebab semua orang pasti bermimpi.

Dalam mimpi, Anda hanya melihat wajah yang sudah dikenal. Meskipun Anda tidak ingat dengan wajah yang Anda temui dalam mimpi, mereka tetap adalah orang-orang yang sudah Anda kenal. Sebab otak telah menampung ingatan wajah itu untuk dikeluarkan kembali dalam bentuk mimpi.

Tidak semua mimpi orang berwarna. Sebanyak 12% dari orang-orang di seluruh dunia punya mimpi yang tidak berwarna atau hanya hitam dan putih saja.

Mimpi adalah simbol. Jika Anda memimpikan tentang suatu hal, maka belum tentu mimpi itu benar-benar mengenai hal tersebut. Mimpi adalah simbol yang tidak bisa selalu diartikan secara langsung.

Emosi yang ada dalam mimpi. Emosi yang paling umum ketika bermimpi adalah rasa cemas. Kabar buruknya, emosi yang negatif juga lebih sering dirasakan daripada yang bersifat positif.

Mimpi empat sampai tujuh kali dalam semalam. Rata-rata Anda bisa bermimpi satu atau dua jam setiap malam. Jika ditotal, tidur semalaman bisa membuat Anda bermimpi empat sampai tujuh kali.

Hewan juga bermimpi. Coba perhatikan anjing. Terkadang saat tidur mereka seolah sedang berlari dan bersuara seolah tengah mengejar sesuatu. Itu artinya hewan juga bermimpi

Tubuh lumpuh saat bermimpi. Selama bermimpi, otak memerintahkan tubuh agar lumpuh untuk menghindari gerak fisik di dunia nyata.

Penyatuan mimpi. Pikiran Anda bisa terpengaruh akibat stimulus yang berasal dari luar. Maka dari itu terkadang suara dari dunia nyata bisa masuk ke dalam mimpi Anda namun memiliki interpretasi yang berbeda.

Mimpi pria dan wanita. Pria cenderung bermimpi tentang pria lainnya. Sementara wanita sering bermimpi tentang wanita dan pria dalam jumlah yang sama.

Mimpi yang jadi nyata. Sebuah penelitian menyebutkan sebanyak 18-38% orang pernah mengalami mimpi yang menjadi nyata. Sementara ada 70% orang yang merasakan deja vu. Mempercayai mimpi bisa menjadi kenyataan juga meningkatkan kesempatan itu sebesar 63-98%.

Mendengkur sama dengan tidak bermimpi. Konon ketika Anda mendengkur, artinya Anda sedang tidak bermimpi. Memang belum ada penelitian tentang hal ini, namun banyak informasi tersebut yang tersebar di internet.

Anda bisa orgasme di dalam mimpi. Dengan teknik lucid dream, Anda bisa orgasme di dalam mimpi tanpa efek 'basah' seperti di dunia nyata. Namun lucid dream ini tentunya juga tidak mudah untuk dilakukan.

Beberapa fakta tersebut di atas memang terdengar aneh dan tak masuk akal. Namun hal itulah yang terjadi dan sebaiknya Anda ketahui tentang mimpi.


Sumber: http://www.merdeka.com
Menyontek jelas sebuah kecurangan. Menyontek, dalam berbagai bentuknya, jelas merupakan "musuh utama kesuksesan". Ia bisa saja dilakukan secara sembunyi - sembunyi, tapi ada juga yang berani didepan banyak pasang mata. Ia bisa melibatkan orang per orang, atau bisa juga melibatkan sekelompok orang yang berkomplot, Na'udzubillahimindzalik.
Maka berikut petikan pandangan dari Dr. Husein Syahatan mengenai menyontek, yang diambil dari "Kiat islami meraih prestasi". Ayo kita awali dari beberapa contoh bentuk menyontek:

1. Memindahkaninformasi contekan dari sumber lain (kertas kecil, buku dsb) ke lembar jawaban.
2. Memberi bantuan jawaban ke teman.
3. Pengawasnya beri bantuan.
4. Soal ujian bocor sebelum waktunya.
5. Sekelompok orang mengancam atau marah-marah pada pengawas, agar membiarkan pelanggaran menyontek terjadi (Astagfirulloh).

Para Penyontek itu, tentu saja punya alasan untuk membenarkan pelanggaran menyonteknya. Seperti juga kaum kafir beralasan macam-macam menentang para Rasul. Entah dengan mengatakan mereka tukang sihir, sekadar mencari pengikut, bahkan mengaitkannya gila. Hati-hati, mungkin kamu bisa tertulari wabah menyontek ini memang kedengarannya masuk akal. tapi, kalau mau kita renungkan benar-benar, ternyata hanya omong kosong belaka.

INI CONTOH ALASANNYA :
1. Menyontek untuk mempertahankan posisi/prestasi. Karena ia beranggapan bahwa semua juga menyontek, daripada ia kalah nilai/rankingnya, ia pun ikut menyontek. wah, itu jelas salah! syaiton terkutuk memang pintar merayu manusia untuk menganggap benar apa yang seharusnya salah. ada 100 lelaki, 99 diantaranya pacaran, sedangkan yang satu tidak, mana yang dianggap aneh? Betul, yang 1 orang. tapi mana yang dianggap benar dipandangan Alloh?? wah, kamu benar sekali, hehehe, jelas yang 1 orang itu, karena menjaga diri dari perbuatan (yang mendekati) zina. Yang 99 orang walaupun mayoritas, tetap saja dosa di mata Alloh. Maka pertanyaannya, siapa yang besok menguasai pengadilan hari akhirat? Siapa yang kan memutuskan seseorang itu salah atau benar?

2. Alasan 'Membantu' karena pelajar/mahasiswa/peserta ujian kewalahan. Wah, ini namanya penjerumusan! entah yang memberi 'bantuan' itu sesama peserta, pengawas, panitia atau pihak lain (kadang ada yang berani menentang Alloh dengan menjadi joki ujian! dikiranya Alloh gak melihat??) membantu apa? ketika seseorang memberi contekan pada peserta ujian, maka ia sedang menghancurkan masa depan dunianya dan (pasti!) akhiratnya. Kerugian Pertama, ia belajar mematikan potensi diri sebenarnya dari peserta ujian tersebut (termasuk otaknya yang punya kemampuan luar biasa!) dengan tidak memakainya secara benar dan optimal! kerugian Kedua ia sedang terlibat proses tipu menipu yang telah jelas statusnya: berdosa "siapa yang menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami; pembuat makar dan tipu daya akan masuk neraka". (HR. Thabrani dan Ibnu Majah). Kerugian yang Ketiga, ia menjadi 'tempat bergantung' orang dalam perbuatan menentang Alloh. Apakah ia mau menjadi fir'aun selanjutnya? Apa yang akan ia katakan kalau besok Alloh 'Azza wa jalla menyanyainya saat ia berhadapan langsung di hari perhitungan kelak?

3. Ungkapan kasih sayang, begitu kata mereka yang memberikan atau mengusahakan contekan. "Saya membantu mereka karena saya sayang mereka". Stop! kasih sayang apa itu? kasih sayang apa yang menjerumuskan orang yang dikatakannya "saya sayangi!" ke dalam pedihnya kebodohan dunia dan keabadian api neraka??? itu jelas bukan kasih sayang. Itu hanyalah angan-angan orang yang salah menempatkan arti 'kasih sayang'. Apakah kita akan meminumkan pada teman kita racun walaupun ia teramat kehausan??

COBALAH AMATI APA YANG TERJADI PADA PARA PENYONTEK ITU. AMATILAH PENGARUHNYA  PADA MEREKA DAN UMAT MANUSIA!

1. Lahirnya sosok pecundang dimasyarakat, orang-orang yang tidak berkompeten dibidangnya. Berapa banyak pasien yang meninggal gara-gara dokter-dokter penipu?
2.  Kamu bisa bayangkan berapa banyak yang sakit hati gara - gara usahanya yang jujur dan sungguh-sungguh dikalahkan oleh mereka yang 'berhasil' karena menyontek?
3.  Banyak posisi penting yang diduduki oleh orang yang tidak mampu. Padahal, mereka menempati posisi-posisi strategis yang mengurusi kepentingan banyak orang. akibatnya, banyak penyelewengan dan banyak ketidakberesan.

SUMBER: LDK ATTARBIYAH STKIP Garut
Selamat hari ini semua, kali ini saya akan share sesuatu yang sangat penting bagi kalian yang masih kuliah dan bingung mencari judul, disini saya akan share tips dimana cara menentukan judul Tugas akhir, skripsi, tesis atau disertasi. Perlu kalian ketahui bahwa ada metode-metode bijak untuk menentukan sebuah judul sebuah karya ilmiah, diantaranya:

Sesuaikan judul dengan Basic kesuakaan / interest
Perlu diketahui kenapa saya memberikan poin pertama untuk sesuaikan judul dengan basic interest adalah ketika kita berbuat atau melakukan sesuatu akan terdorong oleh minat yang kuat. Minat ini terbangun atas adanya dorongan mental dari dalam diri kita.
Bagaimana kita bisa menjadi MAU untuk mengerjakan sesuatu jika kita saja tidak suka. Yang ada jika ini dipaksakan adalah hanya pengerjaan setengah hati. Totalitas Kita akan terhambat.
Terkadang juga orang tidak berani melakukan sesuatu karena tidak mengakui bahwa kita mempunyai kekuatan tersembunyi dalam diri kita masing-masing, kekuatan yang membuat kita mau dan berani mengambil tindakan. Tidak hanya dalam angan angan. Yang mendasari adalah bagaimana sudut pKitang kita terhadap sesuatu.
Contohnya, jika Kita adalah seorang owner bisnis.
Perintahkan kepada karyawan Kita untuk bersih-bersih 3 kali lebih bersih dari hari sebelumnya dan informasikan bahwa besok Akan Ada presiden akan datang ke tempat kerja Kita untuk melakukan tinjauan.
Bisa dipastikan bahwa hasil akan lebih bersih (baik) daripada hari sebelumnya. Inilah yang saya maksud dengan kekuatan tersembunyi di dalam diri kita, terkadang memang kita malas karena tidak ada alasan kuat yang mendasari kita untuk melakukan sesuatu. Dan bayangkan juga ketika besok adalah ujian, pastinya Kita mau tidak mau harus belajar demi meraih nilai yang Kita impikan. Yang saya maksud di sini adalah sebenarnya kita mampu, hanya saja kita perlu untuk menyadari bahwa kita memang mampu.
Dengan menentukan judul sesuai dengan kesukaan Kita, ini akan menambah gain interest atau alasan melakukan sesuatu dan bertanggungjawab nantinya terhadap judul yang Kita tentukan dengan mengerjakan karya ilmiah.

Sesuaikan dengan kemampuan

Hal ini lebih kepada saat Kita mengerjakan project Kita dan menjadikannya mejadi karya ilmiah. Ketika Kita menjadi pembicara dalam sebuah presentasi dapat dipastikan bahwa apa yang Kita ungkapkan tidak lebih dari 70 persen dari kemampuan Kita. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan apa yang Kita bisa dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap karya tulis yang sedang atau akan Kita buat, akan riskan jadinya jika Kita menentukan sebuah judul karya ilmiah padahal Kita tidak punya kemampuan terhadap apa yang Kita kerjakan.
Banyak waktu Kita akan terbuang percuma untuk mendapatkan informasi terhadap materi judul yang akan Kita buat jika tidak mempunyai basic kemampuan dalam terhadap materi judul. Kita akan belajar mulai dari awl dan inilah yang saya anggap riskan. Untuk memahami materi tidak semudah membalikkan telapak tanga, butuh waktu, tenaga dan materi yang banyak. Dan pastinya akan menghambat Kita dalam pembuatan karya ilmiah walaupun ini bisa ditutupi dengan penggalian informasi melalui referensi, tetap saja akan mengganggu hasil dari karya ilmiah yang Kita buat.
Di sini saya berusaha menyadarkan Kita bahwa judul yang berkualitas dengan materi yang berkualitas tidak bisa didaopatkan dari referensi saja. Ini melibatkan Kita dalam menemukan sesuatu yag baru, tidak ditemui sebelumnya diluar karya ilmiah Kita. Yang ada adalah referensi adalah dasar pemahaman materi, bukan hasil temuan yang Kita buat. Kita harus paham bahwa karya ilmiah bertujuan untuk menemukan hasil temuan baru dari hasil penelitian/karya ilmiah yang dibuat. Bukan hanya mengaplikasikan materi atau referensi yang sudah ada saja. Terasa tidak ada yang spesial jika tidak ada perubahan dari masa-ke masa terhadap karya tulis.

Simulasikan hasil judul sementara dengan kebutuhan masyarakat
Mensimulasikan materi judul yang Kita buat merupakan salah satu syarat untuk mencapai hasil temuan dari karya tulis yang berbobot. Apa gunanya jika karya tulis yang kita buat jika hanya memenuhi kewajiban untuk membuat skripsi atau tugas akhir saja tanpa ada kontribusi nyata terhadap perubahan masyarakat atau membantu masyarakat untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah. Hanya menjadi kertas berisi materi dan bukan aplikasi nyata kepada masyarakat menjadikan karya tulis kita sebagai sebuah buku tidak bermakana pada kehidupan masyarakat kita. Padahal makna membuat karya tulis adalah karena alasan agar kita dapat bekerja untuk masyarakat dan juga bisa mendapatkan materi(pekerjaan) darinya. Jika masyarakat tidak butuh, bagaimana hal ini akan tercapai.
Mensimulasikan karya tulis tersebut bisa kita lakukan dengan cara analisa SWOT bertanya langsung ke masyarakat dan lainnya yang mendukung pencapaian sebuah informasi tentang kebutuhan masyarakat. Dan pastikan hasil dari penelitian ini mempunyai data yang valid agar Kita bisa berbuat lebih terhadap temuan Kita dengan karya tulis. Penelitian disini tidak harus muluk-muluk, secukupnya saja, perlu diingat bahwa inti penelitian yang Kita buat dalam mensimulasikan adalah kebutuhan masyarakat untuk bahan judul yang Kita buat.

Cari Referensi yang mendukung
Referensi ini sebenarnya adalah langkah kedua dalam menetukan judul setelah Kita yakin bahwa judul yang dibuat telah mantap. Referensi ini dilakukan untuk menunjang karya ilmiah hingga penulisannya. Tidak mungkin kita menulis karya ilmiah hanya hasil temuannya saja tanpa ada dasar materi. Demikian juga judul yang kita buat mungkin sudah ada yang pakai, kan gak OK klu judul sama ketika kita meakukan pencaria di google. Oleh sebab itu lakukan perbandingan dengan melakukan pencarian referensi.

Sharing dengan Dosen, kolega, teman dan lainnya
Dalam sharing ini Kita akan mendapatkan saran dan kritik dalam pengambilan keputusan menentukan judul. Dengan sharing Kita mengetahui kekurangan, kelemahan, kekuatan dan kelebihan dari judul yang Kita buat dari sumber lain yang kompeten, dianggap kompeten karena orang-orang yang mejadi sumber sharing adalah orang-orang yang mengetahui materi dalam judul yang Kita buat dan perilaku diri Kita sendiri.
  • Dosen, Orang paling kompeten untuk sharing adalah dosen, karena dosen adalah orang yang menggeluti dunia edukasi sejak lama, jauh sebelum Kita memahami materi perkuliahan. Dosen memahami materi dan serangkaian proses yang akan Kita lakukan ketika menentukan sebuah judul karya tulis. Dengan demikian saran mereka lebih memiliki dampak terhadap judul Kita. Kebijakan-kebijakan yang dibuat seorang dosen ketika Kita melakukan sharing adalah hasil analisa peristiwa sebelum-sebelumnya dan termasuk materi yang akan Kita tentukan. Dosen tahu betul bagaimana membuat saran kepada Kita, tak dapat dipungkiri bahwa dosen memang rujukan utama dalam hal ini.
  • Teman, Kebanyakan dari makhluk sosial seperti manusia adalah bergantung pada komunitas di sekitarnya. Teman bisa memberikan saran dengan melihat pribadi Kita, memKitang Kita sebagai bagian darinya. Teman adalah orang yang tahu bagaimana Kita dalam melakukan sesuatu dan bertindak terhadap sesuatu.Dengan demikian saran yang didapatkan dari seorang teman adalah murni dari analisa mereka terhadap kemampuan, tingkah laku, cara berpikir dan berperilaku Kita sehingga saran ini lebih kepada bagaimana diri Kita akan berbuat demi terlaksananya karya ilmiah. Ditambah lagi dengan kemampuan teman Kita terhadap materi judul yang Kita buat merupakan syarat khusus agar saran ini sesuai dengan kebutuhan dari harapan saran yang Kita minta.

DO it ????
Ironis memang, sekarang ini banyak orang kebingungan tentang apa yang harus dilakukan. Sharing sudah, simulasi sudah, cari refensi sudah, tapi yang kurang mengenakkan adalah seringkali kita merasa masih kurang dan kurang, akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Mulailah bertindak sedikit demi sedikit untuk judul Kita, tidak harus sempurna. Dan pada prosesnya nanti Kita akan mengerti bagaimana harus bertindak dan judul Kita sudah pasti selesai/ditentukan dengan mudah, tidak mungkin secara ceroboh Kita melakukan hal ini bukan, So bertindaklah sekarang juga untuk judul Kita.

FAQ / BEBERAPA PERTANYAAN : 
Q: Apa sih langkah pertama buat dapetin judul TA yang WOW?
A: Cari Tema / Topik, ini merupakan hal terpenting dalam pengerjaan tugas akhir, tentukan tema yang Kita sukai, mudah untuk diimplementasikan, mudah untuk mendapatkan referensi, dsb. Yang paling penting sih pilih yang Kita sukai, sesulit apapun, sesedikit apapun referensinya, kalau suka pasti bakal jalan..

Q: Selanjutnya apa lagi?
A: Cari permasalahan, dari tema yang Kita pilih tentukan permasalahan yang mungkin bisa diungkit, misalnya tema Kita mengenai Web Engineering, permasalahannya yang mungkin yaitu “Apa sih metode yang bagus dalam Web Engineering?” , bisa juga dalam hal implementasi “Bagaimana caranya orang yang memiliki keterbatasan fisik dapat menggunakan web layaknya orang-orang normal?”, dsb.

Q: Tapi gimana dong kalo saya ga punya / ga nemu2 permasalahannya?
A: Permasalahan dapat kita temui dengan mudah lewat beberapa cara: Datang ke perpustakaan, datanglah ke perpustakaan untuk mencari buku atau tugas akhir kakak kelas yang sesuai dengan tema Kita, sebaiknya jangan datang sendiri, ajak teman Kita agar ada teman berdiskusi, jika datang sendiri kalau sudah stuck biasanya malah membuat malas. Datang ke perusahaan, Kita bisa mendatangi perusahaan tempat Kita Kerja Praktek sebelumnya, atau bisa juga ke perusahaan lain yang menurut Kita dapat ditemukan permasalahan yang diinginkan. Datang ke Dosen, ada beberapa dosen yang sudah menyediakan tema-tema dan permasalahan yang dapat Kita ambil untuk tugas akhir Kita, sebaiknya cepat-cepat sebelum diambil oleh teman Kita. Yang terakhir yaitu Datang ke toilet,  mungkin terdengar seperti lelucon, tapi ketika Kita di toilet tak jarang Kita dapat menemukan ide-ide brillian.

Q: Oke tema sudah, permasalahan sudah, tapi saya ga yakin nih tema dan permasalahan ini cocok untuk dijadikan tugas akhir, bagaimana solusinya?
A: Well, just contact your lecturer. Cari dosen pembimbing yang sesuai dengan tema dan permasalahan Kita, beliau akan dengan mudah menentukan apakah cocok atau tidak untuk dijadikan TA, atau setidaknya Kita akan diberikan saran bagaimana TA yang cocok untuk Kita.

Q: Sip.. saya sudah dapat pembimbing, saya pun sudah dapat saran judul dari beliau, namun saya masih ragu apakah TA ini dapat dikerjakan dengan mudah atau tidak, piye?
A: Seperti yang telah disebutkan di atas, kalau tema ini memang tema yang Kita sukai tentu Kita akan dengan mudah mengerjakannya, sesulit apapun rintangannya.

Sekian tips dari saya, mudah-mudahan bermanfaat khusus untuk kalian semua kelas ku tercinta TI-C (Ayo kita lulus bareng kawan, hehe), umumnya buat kalian semua yang kali ini akan menyususn TA, skripsi atau karya ilmiah lainnya. Ok terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.
Sahabat, sebenarnya tidak ada kata terlalu muda ataupun terlalu tua untuk mencapai apa yang ingin Anda raih. Cobalah pertimbangkan kehidupan orang-orang ini:
George Burns memperoleh piala Oscar ketika usianya sudah mencapai 80 tahun,
Golda Meir menjadi Perdana Menteri Israel pada usia 71 tahun,  
Mozart baru berusia 7 tahun ketika komposisinya diterbitkan untuk pertama kali,
Moses mulai melukis ketika dia berusia 80 tahun. Dia telah menyelesaikan lebih dari 1.500 buah lukisan selama hidupnya, dan 25% dari lukisannya diselesaikan ketika dia berusia 100 tahun, 
Benyamin Franklin menerbitkan surat kabar ketika dia berusia 16 tahun, dan dia membantu menyusun kerangka UUD Amerika Serikat ketika dia berusia 81 tahun.
Michaelangelo berusia 71 tahun ketika dia mengukir Basilika St.Petrus,
S.I. Hayakawa pensiun dari jabatannya sebagai rektor Universitas San Fransisco ketika berusia 70 tahun, dan kemudian terpilih sebagai angggota Senat,
Casey Stengel tidak ingin pensiun dari jabatannya sebagai manajer N-Y Mats hingga dia mencapai usia 75 tahun.

Demikianlah soal usia, semuanya adalah soal persepsi. Sayangnya, dalam hidup ini, soal usia ini, seringkali kita jadikan alasan. Gagal, seringkali kita cari alasan pada soal usia. Tidak mendapat kesempatan, seringkali pula usia yang dijadikan alasannya. Memang saat ini banyak organisasi dan perusahaan yang membatasi usia tertentu yang dianggap masih produktif. Ini adalah bagian dari aturan dalam perusahaan. Namun, semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Apakah kita menerima begitu saja aturan itu dan memberlakukannya dalam hidup kita? Kenyataannya, kita bisa melanggar aturan usia ini dalam soal kesuksesan pribadi. Tua, bukanlah inti masalahnya. Inti masalahnya adalah soal bagaimana kita mau belajar, berjuang, menggali pengalaman serta membangun kebijaksaan dalam hidup.

Di usia berapa pun, kita punya kesempatan mencoba, tidak perlu menyerah dan tetap punya peluang untuk sukses. Sukses, akhirnya, ada pada keinginan dan usaha Anda, bukan pada usia kita.

Orang Tua yang berbahagia karena banyak berkarya


Tak harus lemah
Siapa bilang bahwa tua harus lemah? Realita menunjukkan bahwa tua tidaklah identik dengan lemah tak berdaya. Namun, acapkali kita mendengar bagaimana orang yang sudah tua, menggunakan ketuaannya sebagai alasan untuk ketidakproduktifann ya, untuk kealpaannya serta kekhilafannya.

Usia dalam kenyataannya bukanlah suatu pengambat untuk meraih yang lebih tinggi. Usia pun bukan kendala dalam hal karier dan kerja. Malahan, rambut putih adalah simbol kebijaksanaan dan pengalaman yang sangat berharga.

Orang Jepang sangat menghargai senioritas. Jabatan tertentu di perusahaan Jepang kadang disediakan hanya bagi mereka yang diprediksi telah berambut putih, lambang kematangan.

Mereka percaya bahwa pengalaman akan membuat orang menjadi dewasa. Ada tunjangan khusus bagi yang lama bekerja. Loyalitas dan usia, dihargai oleh mereka.


Celakanya, tidak semua orang tua menjadi matang. Banyak orang yang tua secara usia, namun secara mental, masih terbelakang. Orang ini tua secara badaniah namun sayang, kearifan serta kematangan tidak menyertainya. Tak heran jika ada pepatah, banyak orang menjadi tua tanpa pernah menjadi dewasa. Masalahnya, ketuaan tidaklah selalu samadengan kematangan. Nah, bagaimana membangun jiwa yang terus-menerus muda?

Always have fun
always have fun.
Laughter is the best medicine. Mungkin humor dan gembira, tidaklah lantas membuat penyakit dan permasalahan kita lenyap total. Tetapi dengan melihat hidup dari sisi yang ceria, hidup terasa menjadi lebih nikmat.

Lagipula, masalah hidup tidak pernah akan selesai. Ibarat gelombang, setelah surut, akan muncul pasang yang lain. Tetapi hati yang gembira adalah ibarat selancar yang membuat kita dapat menjalani segala pasang surut lautan kehidupan dengan rasa damai.

Itulah sebabnya mereka yang berusia panjang, cenderung memiliki rasa humor yang baik dalam hidupnya.

Hidup kini dan di sini

Kehidupan bukanlah melulu soal usia. Bruce Lee membuktikan bahwa meskipun hidupnya pendek, namun dia dikenang dengan kontribusinya yang luar biasa bagi martial arts, seni bela diri.

Itu sebabnya asalah satu rahasia awat muda yang lain adalah menikmati hidup kini dan di sini. Kuncinya terletak pada kerelaan kita melepaskan masa lampau serta tidak terlalu banyak khawatir akan masa depan. Seperti kata Bruce Lee, “Yang penting bukanlah seberapa panjang Anda hidup. Tetapi bagaimana Anda hidup itulah yang penting”. Nikmatilah tarikan napas Anda sekarang, itulah realita terpenting saat ini.

Fisik dan mental
Jangan membiarkan pikiran ataupun fisik menjadi terlalu lama beristirahat dan diam. Janganlah fisik kita, pikiran yang terlalu lama didiamkan pun akhirnya akan melemah.

Konon, sumber penurunan daya otak yang terpenting adalah karena membiarkan otak kita tidak bekerja sama sekali, atropi. Fisik kita pun mestinya senantiasa bergerak pula. Para dokter dan paramedis tahu, jika fisik dibiarkan terlalu lama di suatu tempat tanpa bergerak maka akan mulai muncul borok di badan.

Kenyataan pula, mereka yang berusia panjang ternyata masih memiliki kesibukan dan masih menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di usianya yang telah menjelang Maghrib.

Jadi, benarlah kata iklan yang berbau motivasi, “Menjadi tua itu pasti. Tetapi, menjadi muda itu soal pilihan”.
Selamat hari ini,, apa kabar semua??? saya akan bagikan sebuah game super kecil (namanya juga game flash he) tapi cukup untuk menghilangkan kejenuhan dari membuat tugas atau kerjaan yang numpuk. Sekali lagi game ini bisa menjadi alternatif untuk penghilang stress, grafik sederhana tapi mempesona, ok Cekidot,
hehehe



Screenshoot


Download (Tested Windows XP, 7) | Size: 200Kb
http://hiphopheroes.net/wp-content/uploads/2013/08/Dream.jpgKisah mengenai mimpi mungkin tak akan pernah habis untuk dibahas, selalu saja ada fakta-fakta menarik di baliknya. Mimpi adalah komunikasi antara tubuh, pikiran dan jiwa kita. Tahukah Anda, sebenarnya sepanjang waktu kita bermimpi meski saat kita lagi bangun, cuma proses itu berlangsung di alam bawah sadar kita.



Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai mimpi:
Orang buta juga bermimpi
Orang yang terlahir buta, dalam mimpinya memang tidak melihat “gambar-gambar” tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan dan emosi yang mereka rasakan. Memang sulit bagi orang normal untuk bisa memahami, tapi “keinginan” tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisik manusia.

Anda akan lupa 90% dari mimpi Anda
Sekitar 5 menit setelah Anda terbangun Anda akan segera melupakan 50% dari mimpi Anda, 10 menit kemudian 90% “jalan cerita” mimpi Anda akan terlupakan.
Penulis puisi terkenal Samuel Taylor Coleridge pada suatu waktu terbangun setelah mendapatkan mimpi yang indah, dia lalu segera menuliskannya di kertas untuk menggambarkan mimpinya tadi, setelah menulis 54 baris tiba-tiba ada orang yang datang ke rumahnya. Setelah urusan dengan orang itu selesai, Samuel bermaksud menyelesaikan puisinya tadi. Tapi dia tidak berhasil mengingat lagi mimpinya. Puisinya itu tidak pernah selesai. Puisi yang tidak pernah terselesaikan itu berjudul “Kubla Khan” dan menjadi salah satu puisi paling terkenal di Inggris.Robert Louis Stevenson (penulis buku Doctor Jeckyll and Mr. Hyde) dan Mary Shelley’s Frankenstein mendapatkan ide dari mimpi yg mereka alami.

Semua orang bermimpi
Semua orang bermimpi (kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa parah), tapi laki-laki dan perempuan mimpinya beda dan beda pula reaksi fisiknya. Laki-laki cenderung bermimpi tentang laki-laki lain sedangkan perempuan mimpinya cenderung berimbang tentang laki-laki atau perempuan lain.

Mimpi mencegah gangguan emosi
Pada penelitian mengenai tidur baru-baru ini, percobaan pada orang yang dibangunkan pada awal mimpi tapi tetap diperbolehkan tidur 8 jam sehari, setelah 3 hari menjadi kehilangan konsentrasi, mudah marah, halusinasi dan tanda-tanda gangguan emosi lainnya.

Rangsangan dari luar mempengaruhi mimpi kita
Disebut “Dream Incorporation” dan Anda pasti sudah pernah mengalami ini. Saat mimpi begini, kita rasanya haus banget, terus kita minum sebotol air tapi bentar, kemudian rasanya sudah haus lagi, minum lagi, haus lagi begitu terus berulang dan akhirnya saat kita bangun kita baru sadar kalau kita memang lagi kehausan. Contoh yg lain adalah saat kita mimpi kebelet pipis.

Saat bermimpi tubuh Anda akan lumpuh
Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh kita tidak bergerak-gerak mengikuti “alur cerita” mimpi kita. Banyangin saja kalau Anda mimpi dikejar massa. Kalau kakimu tidak lumpuh, bisa-bisa Anda lari ke luar rumah dan dikirain maling beneran sama satpam. Ada hormon yang dihasilkan saat kita tidur yg membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang menyebabkan tubuh kita menjadi rileks dan lama-lama lumpuh.
Kita hanya memimpikan apa yang kita ketahui
Seringkali kita bermimpi berada di tempat yang asing dan ketemu dengan orang-orang yang tidak kita kenal. Tapi sebenarnya otak kita tidak asal menciptakan itu. Sebenernya semua itu sudah pernah kita lihat, cuma kita sendiri tidak mampu untuk mengingatnya lagi.Mungkin Anda pernah mimpi dikejar-kejar orang asing pakai golok yang mau bunuh kita, tapi mungkin saja itu dalam kehidupan nyata orang itu adalah temen ayahmu yang ketemu di mall waktu Anda masih umur 5 tahun ! Sepanjang hidup kita sudah pernah melihat ratusan ribu wajah dan tempat. Para ahli percaya kalau memori otak kita punya kemampuan yang luar biasa untuk merekam itu semua. Jadi otak tidak akan pernah kehabisan “aktor dan setting” yang akan direplay dalam mimpi kita.

Mimpi itu tidak seperti apa yang terlihat

Apa yang kita lihat dalam mimpi, sebenarnya merupakan simbolisasi dari hal lain. Otak kita itu kreatif banget saat kita tidur. Dia akan menggali database memori kita sedemikan dalamnya sampai sering kita sendiri takjub dengan mimpi aneh kita (padahal semuanya sumbernya ya dari semua yg sudah pernah kita alami sebelumnya). Bagaikan puisi, mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yang sangat dalam. Itulah sebab mengapa banyak orang yang tertarik dengan buku tafsir mimpi.
Tidak semua orang mimpinya berwarna
Menurut penelitian 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih lainnya mimpinya bisa full color.
Kita juga cenderung mengalami mimpi dengan “tema” yang sama, yaitu:
1.    Mimpi di sekolah.
2.    Mimpi dikejar-kejar (ceritanya jadi maling).
3.    Mimpi lari dalam gerak lambat atau lari tapi gak maju-maju (padahal ada kereta api mau lewat).
4.    Mimpi basah.
5.    Mimpi datang telat (biasanya kalau musim ujian).
6.    Mimpi bisa terbang.
7.    Mimpi jatuh, mimpi gigi copot, mimpi gagal lulus ujian, mimpi kecelakaan.
8.    Mimpi ketemu orang yang sudah mati.
Tambahan:
- Saat Anda ngorok Anda tidak sedang bermimpi.
- Kalau Anda terbangun pada saat fase tidur mencapai tahap REM (Randon Eye Movement), seringkali mimpi kita akan terasa lebih nyata daripada kalau kita bangun setelah tidur pulas semalaman.
- Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendapatkan mimpi buruk yang jauh lebih sering daripada orang dewasa. Itu jadi jawaban mengapa anak kecil sering menangis sesaat setelah terbangun dari tidurnya.

Semoga bermanfaat.
Halo kawan-kawan dan agan-agan semuanya, mungkin ada yang sudah mendengar tentang permainan untuk memecah kejenuhan saat pertemuan, pelatihan, MOS atau OSPEK yaitu Ice Breaker, ini bermanfaat buat ade-ade SMA sekalian yang sedang nge-Ospek atau sejenisnya, sedikit saja penjelasan mengenai permainan ini (siapkan secangkir teh hangat terlebih dahulu) hehe.Berikut adalah salah satu contoh permainan ice breaker yang patut kita coba.

Ice Breaker adalah sebuah permainan untuk memecah kejenuhan saat ada acara pertemuan, mungkin dari namanya “Menghentikan Es... hehe” maksudnya adalah menghentikan kebekuan (Mungkin seperti itu), tapi saya sendiri pun masih bingung apa maksud dari nama ini, berhubung karena nama ini sudah umum digunakan ya kita ikuti saja lah... hehe. OK langsung saja saya akan Share beberapa games nya:





Jika - Maka
  • Persiapan untuk Permainan Ice Breaker
  • Bagikan kertas kosong kepada seluruh peserta
  • Bagilah peserta menjadi dua kelompok
  • Kelompok pertama, anda beri nama “Kelompok Jika”, kelompok dua anda beri nama “Kelompok Maka"
  • Semua “kelompok jika” diminta menulis kata-kata yang berawalan jika
  • Semua “kelompok maka” diminta menulis kata-kata yang berawalan maka
  • Batasi waktu menulis, 2 – 3 menit
  • Memulai permainan ice breaker
  • Minta 1 orang secara suka rela dari “kelompok jika”, dan 1 orang dari “kelompok maka”, masing-masing diminta berdiri dan bersiap-siap membaca dengan lantang
  • Anda memberitahu kepada peserta: “Jika saya bilang BACA!, maka seorang yang ditunjuk dari “kelompok jika” membaca tulisannya, kemudian langsung disusul oleh seorang yang ditunjuk dari “kelompok maka”
  • Katakan juga, untuk permainan ini ada hadiahnya bagi pasangan yang cocok (Kalimat “jika – maka”nya selaras).
  • Jika sudah siap, maka anda bilang “BACA!”
  • Ulangi lagi mencari sepasang peserta lainnya sampai selesai atau sampai anda anggap cukup
  • Catatan
  • Ice breaker game ini akan mengundang gelak tawa karena pernyataan “jika – maka” yang dibaca peserta kemungkinan besar tidak nyambung. Misalnya: Jika saya pilek, Maka Simbok minta naik gaji …
  • Nah, kalau ada yang “jika – maka”nya nyambung, anda perlu memberi hadiah biar acara lebih semarak. Dengan adanya hadiah, maka setiap peserta akan saling menawarkan diri agar diberi kesempatan untuk membaca tulisannya.
Duck Game (Permainan Bebek)
  • Saya sampai sekarang tidak tahu apa nama permainan ini, tapi saya sering menamainya sebagai permainan Bebek, permainan ini unik dan melatih konsentrasi.
  • Begini cara bermainnya:
  • Buatlah lingkaran yang bisa terdiri dari banyak orang namun idealnya terdiri dari belasan orang. Masing-masing berdiri di lingkaran ini dan anda sebagai instruktur berada di tengahnya.
  • Perintahkan untuk mengepalkan tangan kiri dan angkat sampai sejajar bahu kiri. Kepalan tangan dibuka, sehingga telapak tangan menengadah ke atas. Sedangkan jari telunjuk tangan kanan ditaruh di atas telapak tangan kiri dari teman yang ada di sebelah kanannya. Sudah kebayang kan? Tangan kiri kita terbuka dan di situ ada tangan kanan orang lain. Sedangkan jari telunjuk tangan kanan kita ada di telapak tangan kiri orang lain.
  • Setelah formasi ini siap, permainan bisa dimulai. Aturannya adalah anda sebagai instruktur akan bercerita mengenai bebek. Karanglah cerita apapun yang ada kata bebek-nya. Ketika dalam cerita tersebut anda menyebutkan kata bebek, maka peserta harus menangkap jari telunjuk teman sebelahnya dengan kanan kirinya dan di saat yang sama harus mengangkat jari telunjuk tangan kanannya agar tidak tertangkap oleh orang lain.
  • Akan lebih baik jika anda melakukan ujicoba terlebih dahulu untuk membiasakan dengan aturan permainan. Uji coba misalnya: katakan “bebek” maka semua orang menangkap dengan tangan kirinya dan mengangkat tangan kanannya.
  • Ketika sudah terbiasa, lakukan simulasi cerita misalnya “Pada suatu hari, saya diminta oleh ibu untuk pergi ke pasar untuk membeli be.. besek. Setelah itu saya bertemu dengan penjual be.. bebek!” Nah ketika anda menyebut kata bebek tersebut maka peserta harus menangkap jari tangan orang lain, tapi di saat yang sama harus menghindari tankapan orang lain.
  • Bagi peserta yang jarinya tertangkap maka dia harus menjadi instruktur dan berdiri di tengah lingkaran dan harus mulai bercerita. Instruktur baru bisa bercerita mengenai apa saja dengan kata kunci apa saja.
  • Kemudian, formasi diganti. Tangan kanan dan kiri bertukar peran. Tangan kanan yang telapaknya terbuka ada di sebalah bahu kanan, dan telunjuk jari kiri ada di telapak tangan kanan pada kawan sebelahnya.
  • Kerumitan permainan ini ada pada jebakan cerita. Buatlah cerita yang rumit dan tiba-tiba anda mengucapkan kata kunci. Bagi peserta yang tidak konsentrasi dan larut dalam cerita maka bisa dipastikan dia akan terkena hukuman terus dengan menggantikan peran instruktur.
  • Tujuan game, pemainan, atau ice breaker ini adalah untuk:
  • Melatih konsentrasi pikiran dan melatih gerak motorik yang responsif. Sehingga tidak mengantuk pada sesi training, seminar, atau apa saja.
  • Melatih kemampuan berbicara di depan umum
  • Melatih membuat cerita yang terstruktur dan rumit secara spontan.
  • Yang yang paling penting, membuat kita tertawa lepas
Tawa Perkenalan
  • Perkenalan sebaiknya dibuat meriah dan menjadi kesan pertama yang tidak terlupakan. Banyak metode yang bisa digunakan untuk membuat suasana perkenalan menjadi menarik. Di sini dijelaskan cara berkenalan yang sedikit banyak berkaitan dengan kompetensi dasar yang harus dimiliki semua orang yaitu menulis.
  • Urutan prosesnya seperti di bawah ini:
  • Mintalah setiap peserta untuk mengambil selember kertas dan sebuah balpoin
  • Instruksikan pada peserta untuk membentuk lingkaran. Jika peserta jumlahnya sedikit posisinya adalah duduk melingkar, namun jika pesertanya banyak, lebih dari 15 orang, mintalah mereka berdiri dan membuat lingkarab besar.
  • Minta pada peserta untuk menulis nama panggilan (subyek) mereka di ujung kiri atas kertas yang dibawa. Ukuran tulisan sebaiknya tidak terlalu besar, sesuaikan dengan ukuran kertas dan balpoin yang digunakan.
  • Lipat kertas sebanyak dua kali agar nama yang ditulis tidak terlihat. Besar lipatan sesuaikan dengan besar tulisan, tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil.
  • Lakukan pengacakan. Kertas tersebut diputar ke kanan atau ke kiri dalam lingkaran tersebut sampai si pemilik kertas tidak memegang kertas miliknya lagi, namun memegang kertas milik orang lain.
  • Mintalah peserta menulis kata predikat di kertas yang dipegangnya. Usahakan tidak menulis di bagian lipatan namun di bawah lipatan, agar kalau kertas dibuka tulisan-tulisan yang sudah dibuat berada di halaman yang sama atau tidak berada di halaman depan dan belakang. Kata predikat yang ditulis bebas, namun jika ingin membuat suasana menjadi meriah pikirkanlah jenis-jenis predikat yang harus ditulis peserta agar nantinya dapat membentuk kalimat yang lucu. Setelah selesai menulis kata predikat, lipat lagi dan lakukan pengacakan lagi.
  • Minta peserta munulis kata obyek. Kata obyek yang ditulis juga bebas. Bisa berupa benda-benda yang ada di sekitar atau anggota badan. Kemudian lipat dan acak lagi.
  • Terakhir minta peserta menulis kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu. Setelah selesai, kertas tersebut dilipat menjadi gulungan kecil.
  • Instruksikan pada peserta untuk menyerahkan gulungan kertas kecil yang dipegangnya ke teman sebelah kirinya. Lakukan terus dengan kecepatan yang terus ditingkatkan. Saling oper akan terjadi dengan cepat dan koordinasi mulai kacau karena saking cepatnya. Teriakan kata “stop!” untuk memberhentikan putaran kertas-kertas yang terjadi dan sekaligus mengagetkan peserta yang sedang asik saling lempar kertas.
  • Bagi peserta yang memegang dua kertas atau tidak memegang kertas adalah peserta yang “bersalah” dan harus “dihukum” dengan membaca pertama kertas yang dipegangnya. Contoh kalimat yang dibaca seperti ini: “Adi menyium bokong di pasar pada pagi hari”. Perkenalan telah dimulai dengan Adi. Lanjutan seterusnya dengan kertas-kertas yang lain.
  • Output game
  • Dari sesi ini adalah mengingatkan kembali pada peserta tentang hukum SPOK yang harus dipatuhi untuk melakukan penulisan. Output lainnya adalah menyegarkan suasana ketika bekenalan satu dengan yang lain.
Perkenalan Optimis
  • Buatlah lingkaran. Peserta diminta untuk mengambil 2 lembar kertas A4. kertas tersebut di tempel di punggung teman di sebelah kanannya. Setiap peserta membawa satu spidol. Tanyakan pada teman yang ada di sebelah kanan tersebut tentang nama panggilannya. Tulislah menurun nama panggilan tersebut di kertas yang tertempel di punggung si pemilik nama (teman yang ada di kanan). 
  • Lakukanlah permainan angin bertiup untuk mengacak peserta. Sebelumnya, fasilitator menyiapkan tempat-tempat hinggap dari masing-masing peserta. Katakan “angin bertiup ke arah orang yang memakai kacamata”. Lakukan sampai teracak.
  • Minta peserta untuk mengamati satu sama lain selama proses berlangsung. Lakukan 1 menit. Kemudian, peserta secara acak menuliskan kesan yang ada pada TEMAN BARU-nya dengan cara menuliskan kesan tersebut sesuai nama yang tertempel di punggung. Fasilitator menyiapkan contoh isian kertas. Contohnya:
  • B = Baik, U = Udik, D = Diam dan pemalu, I = Idaman
  • Minta peserta untuk membuat sekreatif mungkin.
  • Setelah itu menulis di punggung masing-masing orang, kembali ke lingkaran. Fasilitator menerangkan tentang Inbound. Inbound adalah cara melihat ke dalam diri sendiri, kita berkenalan dengan diri sendiri.
  • Bagikan kertas kepada peserta untuk menuliskan Satu Kata saja yang dapat mewakili karakter dirinya sendiri. Mintalah peserta untuk merenung memikirkan tentang karakter diri atau siapa kita sebenarnya.
  • Setelah selesai, bandingkan dengan kesan oleh orang lain melalui tulisan yang dibuat di punggung. Apakah ada kesamaan? Ajak peserta diskusi selama 2 menit.
  • Setelah melakukan inbound, sekarang minta peserta untuk melihat ke sekeliling di dalam kelas. Melihat semuanya. Tetap berdiri membentuk lingkaran. Tanyakan: “ruangan apa ini?”, “kenapa kita ada di sini?”.
  • Ulangi dua kali pertanyaan ini. tidak ada diskusi pada sesi ini. pertanyaan tidak perlu dijawab secara verbal, cukup dalam hati masing-masing.
  • Kemudian, tanyakan lagi: “apakah anda semua memiliki optimisme terhadap apa yang akan kita lakukan ini?” “seberapa besar optimisme itu?” (gunakan skala 10 untuk mengukur optimisme ini).
  • apa yang anda harapkan dari forum ini?”
  • Minta peserta untuk merenung 1 menit, kemudian bagikan  kertas HVS dan spidol dan mintalah mereka menulis tentang apa yang dipikirkan tersebut. Tulis dengan huruf kapital dan berukuran besar. Terangkan juga untuk menggunakan peraturan “menulis harus huruf kapital. Tidak boleh lebih dari 7 kata. Gunakan SPOK.
  • Tulis dengan ukuran yang besar yang bisa dibaca dari arah mana saja dalam ruangan”. Tempel kertas-kertas yang sudah ditulis dan bacalah bersama.
Adu Panjang
  • Bagilah peserta menjadi beberapa kelompok yang maisng-masing kelompok terdiri dari 5 – 6 orang. Setiap orang berbaris dalam masing-masing kelompok, berderet satu baris dari depan ke belakang. Setelah itu, instruksikan pada semua peserta untuk berlomba untuk membentuk barisan yang paling panjang. Barisan tidak boleh terputus, satu sama lain harus saling berhubungan.
  • Kuncinya adalah peserta boleh menggunakan apa saja, khususnya barang-barang yang melekat di badannya untuk membentuk barisan yang terpanjang. Tapi kunci ini jangan diungkapkan ke peserta. Cukup instruksikan: “Berlombalah untuk membuat barisan terpanjang“. Biarkan para peserta berkreativitas sendiri.
  • Kemudian, ajak peserta untuk berdiskusi apa yang terjadi saat proses beradu panjang berlangsung, kenapa hal itu terjadi.
Mencari benda berharga
  • Mintalah peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Instruksikan peserta untuk memikirkan benda apa yang paling berharga yang ada pada dirinya. Ajak semua peserta untuk meyakini bahwa yang dimilikinya tersebut adalah benda yang paling berharga dan harus dilindungi sebisa mungkin. Jangan biarkan peserta lainnya tahu tentan benda berharga kita itu, rahasiakan. Cukup kita sendiri yang tahu. Setelah itu, para peserta diminta untuk memikirkan di mana tempat untuk menyembunyikan benda berharga tersebut. Setelah ada ide tempat menyembunyikan langsung dengan cepat sembunyikan dan jaga hanya kita saja yang tahu tempat persembunyian itu. Semuanya rahasia. Bebaskan peserta untuk menyembunyikan barang berharga tersebut di mana saja asal tersembunyi.
  • Kemudian, minta peserta untuk berkumpul kembali. Fasilitator kemudian membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 5 orang. Setelah kelompok terbentuk, minta mereka untuk membentuk lingkaran kecil namun masing-masing orang menghadap keluar, sehingga saling memunggungi. Lalu, minta mereka untuk saling menyilangkan tangannya satu sama lain. Silangan tangan harus kuat, tidak mudah lepas.
  • Ada aturan dalam permainan itu, tidak boleh berkomunikasi dalam bentuk apapun. Semua orang harus menutup mulutnya rapat-rapat. Setelah mereka mengerti aturan ini, mintalah masing-masing kelompok kecil yang ada untuk berlomba. Lombanya adalah adu kecepatan mengumpulkan barang-barang berharga yang disembunyikan oleh masing-masing orang yang berada di masing-masing kelompok. Barang-barang yang disembunyikan tersebut tidak boleh diambil dengan tangan, karena tangan harus terus berpegangan, bersilangan, satu sama lain. Lingkaran harus tetap kuat. Terserah peserta untuk mengambil barang berharga miliknya dengan menggunakan apa saja.
  • Akan terjadi tarik menarik dan gerak tidak tidak terkoordinasi antar peserta yang ada di kelompok-kelompok. Mereka tidak berkomunikasi menyebabkan mereka harus mencari jalan lain untuk berkoordinasi agar menjadi tercepat dalam mengumpulkan barang. Barang yang tidak boleh diambil dengan tangan juga memaksa peserta untuk bekerjasama satu dengan yang lain.
  • Pelajaran dari permainan ini adalah, pertama, komunikasi sangat penting untuk membangun koordinasi yang kuat. Kedua, kerjasama harus diutamakan karena mengambil barang tanpa tangan bukanlah hal yang mudah.
Percaya teman
  • Buatlah lingkaran-lingkaran kecil yang terdiri dari 5 – 6 orang. Dalam satu lingkaran ada satu orang berdiri di tengah lingkaran. Satu orang yang berdiri di tengah lingkaran tersebut menutup mata dan menyilangkan tangan di depan dada. Kemudian, orang berdiri di tengah lingkaran menjatuhkan diri dengan mata tertutup dan tangan dilipat di depan dada ke arah manapun. Menjatuhkan diri dengan bebas dan tidak kaku. Cara menjatuhkan badan adalah kaki tetap tidak berpindah, namun badan yang jatuh. Orang-orang yang berdiri mengelilinginya harus siap sedia menyangga tubuh orang yang jatuh ke arahnya. Lakukan bergantian. Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk berdiri di tengah lingkaran dan menjatuhkan diri secara bebas.
  • Permainan ini dijamin menghilangkan kejenuhan dan rasa ngantuk. Tapi yang paling penting dari permainan ini adalah membangun rasa kepercayaan satu sama lain bahwa kita semua bisa saling melindungi. Fasilitator menanyakan pada semua peserta, apa yang dirasakan ketika menjatuhkan badan? Apakah ada perasaan takut atau sangat percaya dengan teman yang selalu siap melindungi?
Strip Seven
  • Pertanyaan dimulai dengan "Apakah yang dimaksud dengan Strip?. Biasanya peserta mulai berbisik-bisik dan menjawab bahwa strip adalah garis. Fasilitator dengan bercanda mengatakan bahwa 'strip' adalah 'telanjang'. Peserta mulai tertawa atau mengomentari satu dengan yang lainnya. Memang permainan ini bertujuan untuk "menelanjangi" peserta.
  • Durasi permainan 15-20 menit. Tidak ada peralatan yang digunakan dengan jumlah peserta lebih dari 25 orang.
  • Teknis permainan adalah sebagai berikut: 
  • Peserta membentuk sebuah lingkaran.- Satu peserta ditunjuk secara acak untuk memulai berhitung mulai dari angka 1 kemudian diikuti temannya searah jarum jam. 
  • Sampai pada hitungan ke 7, peserta tidak boleh mengucapkan 7 tetapi diganti dengan tepuk tangan oleh peserta yang bersangkutan. 
  • Setelah tepuk tangan kemudian dimulai lagi dari angka 1, 2, 3 dan seterusnya. 
  • Pengucapan angka-angka tersebut semakin lama harus semakin cepat. Penalti diberikan jika: terlambat bersuara, mengucapkan kata yang dilarang (angka 7), bertepuk tangan pada angka biasa dan salah mengucapkan urutan angka. 
  • Jika sudah mahir maka tingkat kesulitan ditambah secara bertahap misalkan berhitung untuk mencapai angka 30 dengan syarat kelipatan 7 yaitu 7, 14, 21 dan 28 tidak boleh diucapkan tapi harus diganti dengan tepuk tangan.
  • berikutnya tingkat kesulitan ditingkatkan dengan ditambah syarat kelipatan tujuh dan yang ada angka 7 nya yaitu 7, 17, 27 tidak boleh diucapkan tapi diganti dengan tepuk tangan. 
  • Terakhir arah putaran berhitung menjadi berlawanan dengan arah jarum jam.- Selanjutnya fasilitator menggali pelajaran dari permaian tadi dari peserta.
Siapa Dia?
  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran
  • Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku.
  • Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur.
  • Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya.
  • Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: ‘siapa nama Anda?’ atau ‘siapa nama Anda dan apa hobi Anda?’
Kisah Angka-angka
  • Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan.
  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini: 
  • Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis)
  • Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya untuk menyahut ‘ya’!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa.
  • Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar – benar mengingat nomor urutnya masing – masing.
  • Setelah yakin, jelaskan bahwa Anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka – angka. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras – keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai – ramai oleh peserta lain.
  • Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh.
  • Mulai bercerita, misalnya : saudara – saudara, latihan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia ……….. dst. Atau cerita lain yang Anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka – angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ).
  • Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan Anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia)
  • Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan – perasaan peserta sendiri.
  • Simpulkan
Mencari Jodoh
  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini  : 
  • Buatlah kalimat pendek yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diberikan , misal : Bersama Membangun Kepedulian. Kalimat yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang, harus disediakan 10 kalimat.
  • Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan ditulis di kertas, satu kertas berisi kalimat “Bersama Membangun” dan satu kertas berisi kata “Kepedulian”.
  • Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi.
  • Bagikan kertas – kertas tergulung yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu orang berpasangan dengan pemandu sendiri 
  • Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing – masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap.
  • Minta peserta untuk mencari pasangannya masing – masing agar kalimat itu menjadi lengkap.
  • Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan arti kalimat tersebut.
  • Minta peserta berkumpul lagi dan meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti kalimat kepada peserta yang lain.
Berdirilah Jika.... ?
  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Minta semua peserta untuk duduk membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah.
  • Jelaskan kepada peserta bentuk permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat, peserta mengucapkan kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya; misal : “ Keluarga saya adalah keluarga pedagang….. “; “ Saya seorang perempuan yang berani bicara di depan publik……. “ dsb.
  • Ucapkan kalimat – kalimat yang relevan dengan keadaan peserta (jangan sampai ada peserta yang tidak pernah berdiri), contoh – contoh kalimat misalnya :
  • *Saya adalah petugas lapangan
  • *Saya lahir di pedesaan
  • *Saya lahir di kota besar
  • *Saya memiliki hobby membaca, dsb
  • Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara singkat.
  • Game untuk menghangatkan, kerjasama dan komunikasi
  • Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat atau siswa, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat atau siswa hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah kebiasaan atau cara pandang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, simbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari ‘kebudayaan’ kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat atau siswa untuk menerima hal–hal yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat atau siswa, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka.
Menghitung Mundur
  • Langkah – langkah dalam Ice Breaker Games ini  :
  • Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta)
  • Pada saat menghitung, minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka ‘tujuh’ atau ‘ kelipatan tujuh’, angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
  • Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya, maka permainan dimulai dari awal.
  • Sesudah 3 – 4 ronde, permainan tahap 1 selesai
  • Permainan tahap – 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas, tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. Peraturan yang diterapkan juga sama, yaitu setiap angka ‘tujuh’ atau angka ‘kelipatan tujuh’ , angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
  • Setelah 3-4 ronde, permainan selesai.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan, cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira, apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah – tengah kehidupan masyarakat kita ( apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah ) ?.
Memahat Patung  
  • Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain.
  • Langkah – langkah dalam Ice Breaker Games ini: 
  • Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan;
  • Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri.
  • Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya (misal : tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb)
  • Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat (selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara)
  • Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri ?
  • Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ?
  • Kemudian diskusikan bersama peserta : Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? Apakah anak – anak bisa ? Apakah orang dewasa bisa ? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini ?
Memasukan spidol ke botol
  • Langkah–langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul, akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil. Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia, dengan panjang masing – masing 2 meter. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda.
  • Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan, sedangkan peserta lain menjadi pengamat
  • Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang), pasangan – pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah – tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil. Pasangan yang tidak ditutup matanya, berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba – aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol.
  • Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil.
  • Setelah selesai permainan, tanyakan kepada peserta :
  • * Mengapa mereka memilih pasangannya masing – masing?
  • * Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol?
  • * Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah?
  • * Apabila susah, apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah?
  • * Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup?
  • * Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain?
  • * Tanyakan kepada para pengamat, apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung?
  • Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta : untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, memerlukan kerjasama di antara mereka, tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.- Bahas bersama peserta faktor–faktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama.
Badai berhembus (The Great Wind Blows)
  • Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.
  • Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini:
  • Aturlah kursi –kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.
  • Pemandu sebagai angin akan mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata’ (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).
  • Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.
  • Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin.
  • Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan ‘angin berhembus kepada yang …………. (sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)
Melempar Spidol
  • Permainan ini bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta dan pemandu dan antar peserta sendiri . Pelajaran yang bisa dipetik dari permainan ini adalah perlunya sikap hati–hati dan cepat tanggap.
  • Langkah–langkah dalam Ice Breaker Games ini: 
  • Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing.
  • Minta peserta bertepuk tangan ketika Anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol Anda tangkap lagi dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali.
  • Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga bersenandung. ( bergumam ) : “Mmmmm….!”.
  • Ulangi proses ke–3 ini beberapa kali, dan setiap kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks : spidol Anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerk tipu yang cepat !). amati : apakah peserta masih bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ?
  • Mintalah tanggapan dan kesan, lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.
Sepatu Lapangan
  • Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok.
  • Langkah – langkah dalam Ice Breaker Games ini: 
  • Bagilah peserta ke dalam kelompok – kelompok kecil ( 5 – 6 orang ), 1 orang akan menjadi pembicara kelompok.
  • Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di ‘lapangan’ dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit)
  • Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing.
  • Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang – orang tersebut mengenai topik diskusi di atas.
  • Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan : Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat ? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah ? Apa yang tidak tepat.
Kompak
  • Permainan ini bermanfaat untuk menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim.
  • Langkah–langkah dalam Ice Breaker Games ini  : 
  • Jelaskan kepada peserta aturan permainan ini
  • Bagilah peserta ke dalam 5 – 6 kelompok, yang penting satu kelompok terdiri dari 6 orang.
  • Mintalah masing – masing kelompok untuk membuat lingkaran dan satu orang anggota dari masing-masing kelompok untuk berdiri di tengah – tengah kelompoknya.
  • Katakana bahwa permainan ini untuk mnguji kita , apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya, dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kea rah mana saja.
  • Sementara itu teman-teman dalam kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di tengah tadi, karena permainan ini bisa – bisa akan memakan korban, maka jika yang di tenagh menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran.
Bercermin
  • Langkah–langkah dalam Ice Breaker Games ini  : 
  • Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.
  • Bayangan harus mengikuti gerak – gerik orang yang berdandan.
  • Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.

Baca Juga :  Beberapa Permainan Memecah Kejenuhan (ICE BREAKER GAME) PART 2
author
Dani Nurin
Bukan sekedar mengejar kelengkapan, tapi hanya untuk mengejar dan membagi kebaikan